Tradisi Natal di Swedia

December 13, 2020hellodiasporia

Natal tahun ini akan menjadi Natal ketiga saya di Swedia, dan saya senang sekali mengamati tradisi Natal yang unik di negara Skandinavia ini. Dari dulu saya suka dengan suasana Natal, dan saya pikir Natal di Swedia akan mirip dengan Natal di negara-negara Eropa lainnya. Walaupun memang ada yang mirip, tapi ternyata ada juga lho tadisi Natal yang unik.

Perayaan besar di tanggal 24 Desember

Julafton, atau Malam Natal, adalah waktu untuk perayaan (meskipun biasanya tidak terbatas hanya untuk malam, tetapi sepanjang hari). Berbeda dengan negara lain yang biasa melakukan perayaan di tanggal 25 Desember, di Swedia makan bersama dengan keluarga dan membuka hadiah Natal dilakukan pada tanggal 24.

Karena hal ini, di sini tanggal 24 juga termasuk tanggal merah (selain tentunya tanggal 25 Desember juga).

Minuman khas Natal: Glögg dan julmust

Glögg atau mulled wine adalah minuman yang biasa dikonsumsi di banyak negara di Eropa menjelang Natal, dan di Swedia ada satu minuman lagi yang populer: julmust. Julmust adalah minuman manis dan non-alkohol yang menurut orang rasanya seperti rootbeer, dijual menjelang Natal (saat menjelang Paskah, dijual juga julpåsk yang rasanya sama, jadi cuma ganti nama aja menurut perayaan). Saya sempat mencoba julmust dan sayangnya rasanya seperti sirup obat batuk yang biasa saya konsumsi ketika saya masih kecil. Rasanya juga terlalu manis buat lidah saya, jadi sejak itu saya ga pernah minum julmust lagi.

Tapi minuman ini sangat populer lho di sini, jadi kalau mampir ke Swedia menjelang Natal, jangan lupa coba minuman satu ini! Hampir semua orang di sini suka banget dengan julmust, dan konon katanya penjualan julmust selalu melebihi penjualan Coca-Cola selama periode perayaan ini.

Iklan Coca-Cola menjelang Natal. Selama di sini, saya belum pernah lihat iklan julmust, mungkin karena ga perlu iklan saking terkenalnya dan udah jadi favorit.

Rice pudding untuk Jultomte yang datang dari pintu depan

Di Swedia, Sinterklas tidak terlihat seperti Sinterklas yang dikenal oleh orang-orang lain di dunia. Jultomte, demikian sebutannya di sini, lebih mirip gnome. Kalau di negara lain anak-anak biasa menyiapkan susu dan kue untuk Santa (beserta wortel untuk rusa-rusanya), di Swedia, penganan yang disiapkan adalah rice pudding (semacam bubur nasi yang rasanya manis), atau yang disebut rysgrynsgröts di sini. Cerita kedatangannya pun berbeda, kalau Santa datang diam-diam melalui cerobong asap, jultomte datang melalui pintu depan pada siang hari. Oleh karena itu, rice pudding untuk Jultomte biasanya diletakkan di luar pintu depan rumah.

Karena jultomte datangnya siang-siang saat anak-anak bangun, biasanya keluarga bekerja sama dengan tetangganya untuk berperan jadi jultomte dan mengunjungi rumah si tetangga, agar anak-anak tidak curiga. Lucu juga ya!

Miniatur jultomte

Menonton Donald Duck pada jam 3 sore pada hari Natal

Jam 3 sore tanggal 25, di TV akan disiarkan kartun Donald Duck, atau yang di sini disebut Kalle Anka. Sudah menjadi tradisi bagi keluarga-keluarga di sini untuk menonton Kalle Anka di hari Natal. Tradisi ini sudah dimulai sejak lama, dan masih tetap dijalankan sampai sekarang.

Julbord

Julbord secara harfiah berarti ‘meja Natal’, tetapi ini lebih seperti makan malam Natal dengan sajian prasmanan. Mulai awal November, hampir semua restoran menawarkan julbord (bahkan di restoran-nya IKEA juga ada lho!). Banyak restoran memiliki menu modern sekarang, meskipun hidangan tradisional Swedia masih mendominasi julbord. Beberapa favorit saya:

  • Ham Natal (julskinka)
  • gravlax
  • Bakso (kötbullars)
  • Sosis mini (prinskorv, secara harfiah berarti ‘sosis pangeran’)
  • Janssons frestelse (berarti Janssons ’Temptation), casserole kentang. Saya akan mengambil yang tanpa sprats!
  • Salad bit merah
  • Risgrynsgröt untuk hidangan penutup

Masih banyak menu lain yang bisa dipilih, seperti acar ikan herring (sill), pate hati, berbagai jenis keju dan salad, dll.

Perhatian: Banyak dari hidangan ini sangat asin. Seorang teman berkata itulah sebabnya mereka banyak minum saat prasmanan Natal, karena haus setelah mengkonsumsi banyak sekali garam lewat makanan-makanan ini.

Untuk Diasporia yang lagi merantau, ada ga tradisi Natal yang unik di tempat tinggal kalian? Silakan share ya!


Teks dan foto: Dixie Thamrin

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Prev Post

Meity Purwaningrum: Dari Perbankan, Asuransi, ke Bisnis Kuliner: Perjalanan Bangun Start-Up di Belanda

November 29, 2020

Next Post

Tiga Tahun di Amerika

December 27, 2020